MENGASAH PENA GURU BERSAMA OMJAY HARI KE 3

MENULIS DIMEDIA CETAK
Oleh (Dra. Rahmi Wilandari. M.Pd)


CERMIN BERBICARA MANIS
Pertemuan ketiga hari rabu belajar bersama Bu Rahmi, yang merupakan seorang guru SMA 21 Surabaya yang mengajar mata pelajaran ekonomi dan kewirausahaan dan memiliki latar belakang pendidikan bahasa dan sastra. Awal ketertarikan tentang menulis diawali dengan menuliskan kejadian sehari-hari yang di alami, dimana saat berangkat bekerja ada kejadian menarik terpikir untuk menulis garis besar yang di lihatnya dengan membuka leptop langsung mengetiknya. Perestiwa ini dilajutkan penulisannya di rumah untuk melajutkan cerita yang tertunda, walau belum memiliki kepandaian merangkai kata-kata untuk menjadi kalimat fan menjadi paragraph yang enak untuk dibaca.

Dalam menulis itu ada macam-macamnya contohnya, penulis cerpen, penulis novel, penulis penulis cerita sambung, dan ada penulis ilmiah yang memiliki katagori penulisan fiksi dan non fiksi. Sedangkan artikel juga ada macamnya ada penulis umum, dan penulis buku teks. Agar kebiasaan menulis ini berlanjut bu Rahmi mengusahakan waktu luang dihabiskan keperpustakaan selain rasanya adem, tenang untuk membaca dan menginspirasikan untuk menulis. Pada saat memulai melakukan penulisan KTI atau artikel diperlukan wawasan untuk rajin membaca baik buku cetakan atau e book sedangkan PTK dapat melakukan penelitian deskriptif, penelitian eksperimen dan lain-lain, dengan memperhatikan kejadian sehari-hari pada saat mengajar.

PTK pertama kali saya ikutkan lomba KTI (PTK) tahun 2013, saat penelitian sedang di lakukan dengan tidak memiliki target untuk menang, yang terpikir mencari pengalaman dimana saat itu gencar-gencarnya workshop tetang penulisan PTK dan karya ilmiah yang pada saat itu banyak guru-guru pada penasaran bagaimana menulis PTK. Seperti saat ini bapak dan ibu guru yang ikut workshop ini sama dengan saya memiliki keinginan menjadi penulis hebat, untuk mencapai keberhasilan harus disertai usaha, semangat serta kerja keras. Terkadang kita lagi mood menulis, jika penyakit malas kambuh enggan lagi menulis, mulailah belajar disiplin diri menulis setiap hari, insya’allah kalau sudah terbiasa akan enak, dan kecanduan untuk menulis dan menulis lagi.

PENA TAJAM TERTULIS MANIS
Didalam diskusi Tanya jawab kegiatan menulis terdapat beberapa poin yang disimpulkan, marilah kita membiasakan menulis setiap hari sedikit semi sedikit lama-lama menjadi bukit, pertanyaan banyak seputar PTK ada juga artikel dan Best Practice. Didalam PTK minimum 2 siklus alangkah baiknya tiga siklus, untuk merangkai kata-kata dalam PTK perlu banyak membaca dan latihan, PTK menggunakan variable X dan Y. Apakah perlu pakai metode/ model. Kalau metode itu metode ceramah, diskusi, diskusi kelompok atau pemberian tugas. Kalau model bias menggunakan cooperative learning, PBL atau PJBL, Cooperative Learning ada Think Pair Share, Make a Match dll. Untuk menulis artikel di majalah atau surat kabar, dengan 500-1000 kata sudah jadi artikel asal dalam paragraph, sudah ada latar belakang, permasalahan dan paragaraf berikutnya solusinya 6-9 paragraf, paragraph ke 10 ada kesimpulan. Terkadang tiap penerbit punya aturan dan keteria yang berbeda. Menulis selain bisa menjadi hobi atau kebiasaan jika kita bisa mencoba mengirim ke surat kabar/ majalah bisa mendapat COIN dan POINT. Semakin sering menulis dan dipublikasikan semakin cepat naik pangkat, jujur dan bermartabat


Penulis, Donieks Smaradhana, Palangka Raya(Kalteng) 13 Mei 2020   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELANJAAN IBU-IBU SEHARI HARI DI PASAR PALANGKARAYA 19 MEI 2020

MENGASAH PENA GURU BERSAMA OMJAY HARI KE 4

Leptop Hitamku