MENGASAH PENA GURU BERSAMA OMJAY HARI KE 4

MENULIS OPINI DI MEDIA CETAK 
Oleh Asep Safaat 


CERMIN BERPENGALAMAN
Hari keempat Kamis tanggal 14 Mei 2020 pertemuan dengan pak Asep Safaat, Asalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat siang guru hebat Indonesia, Siang hari ini kita akan mendapatkan materi tambahan dari bapak Asep tentang pengalaman beliau menulis opini dan hikmah di Republika, Kepada Pak @+62 857-2390-9013 omjay persilahkan menyampaikan materinya. Wa’alaikum salam Warahmatullahi Wabarakatuh, Om Jay. Terima kasih atas kesempatan yang telah diberikan, Om Jay. Izinkan memperkelalkan diri nama saya Asep Sapa’at, tubuh sehat, jiwa kuat, cita-cita ingin jadi orang bermanfaat.

Dengan semangat untuk saling belajar, saya ingin sharing tetang pengalaman menulis dirubrik opini dan hikmah Republika. Pertama, saya awali dengan penjelasan tentang mengikat makna. Istilah mengikat makna. Istilah mengikat makna dipopulerkan oleh almarhum Hernowo. Segala hal yang berkaitan dengan aktivitas menulis sebagai cara untuk memaknai hal-hal yang bias kita lihat, dengar, rasakan, renungi. Setiap orang memiliki hambatan menulis yang berbeda-beda. Ada hambatan yang disebabkan kesulitan mengalirkan gagasan, ada juga karena factor mood, ada pula yang disebabkan karena faktor penugasan bahasa serta keterampilan menulis. Namun hakikatnya, setiap diri kita bisa menulis jika konsisten mau belajar. Hal yang paling mudah ditulis adalah sesuatu yang dekat dengan diri kita.

CERMIN MEMBERI KEPERCAYAAN DIRI
Sebelum saya dapat mempublikasikan tulisan di media masa, saya belajar menulis di buku harian. Menulis di buku harian. Menulis di buku harian adalah cara ampuh untuk membangun kepercayaan diri untuk menuangkan gagasan. Berdasarkan kajian salah satu guru menulis saya, Mas bambang Trimakasih, sifat tulisan terbagi kedalam 4 sifat, yaitu:

1. Pribadi tertutup, yakni tulisan bersifat sangat pribadi dan cendrung pribadi dan cendrung dirahasiakan agar tidak di baca oleh orang lain. Tulisan ini biasanya berupa diari, surat-surat pribadi, ataupun catatan-catatan rahasia.

2. Pribadi terbuka yakni tulisan bersifat pribadi, tetapi di biarkan ataupun disengaja untuk dibaca orang lain. Tulisan semacam ini muncul akibat perkembangan teknologi informasi, terutama di dunia internet.  Tulisan-tulisan di blog, situs, ataupun media sosial cendrung banyak yang bersifat pribadi, subjektif, dan kadang malah dibuat sesuka hati

3. Publik terbatas, yakni tulisan yang ditunjuk untuk konsumsi orang banyak, tetapi dalam lingkup terbatas, misalnya lingkup komonitas, lingkup keagamaan, ataupun lingkup sesame teman yang saling kenal.

4. Publik terbuka, yakni tulisan yang ditunjukkan untuk konsumsi orang banyak secara terbuka dan luas meskipun menyasar pada segmen pembaca tertentu. Tulisan ini bebas di baca siapapun yang berminat.

CERMIN MEMILIH SASARAN
Sifat menentukan untuk siapa tulisan anda tunjukan. Pada sifat pertama Bapak ibu menulis, tetapi hanya bapak ibu sendiri yang membaca sifat 2, 3, dan 4 adalah tulisan yang ditunjukan untuk public sehingga anda perlu menimbang tujuan penulisan dan pembaca sasaran. Nah menurut Bapak ibu, menulis di media masa termasuk sifat tulisan yang mana?. Opini merupakan jenis tulisan nonfikasi, ranah jurnalistik, dan sifat tulisannya public terbuka. Sebelum bicara lebih teknis untuk membuat tulisan, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan agartulisan kita memiliki ruh atau jiwanya Menurut Mas Fauzil Adhim, ada 6 aspek yang harus dikembangkan agar tulisan kita memiliki jiwa.

Tulisan akan memiliki jiwa saat penulis memiliki visi hidup (cita-cita dan harapan), melibatkan emosi saat menulis, luas wawasannya (banyak membaca, berdiskusi, jalan-jalan), berbagi pengalaman hidup nyata yang perah dialami, menggunakan nalar atau logika yang tepat, dan tulisan sebagai hasil perenungan yang mendalam tentang apapun yang akan ditulis. Menggasa: berpikir dan merencanakan:

1. Mengumpulkan bahan referensi
2. Menentukan pembaca sasaran
3. Mengembangkan ide menjadi kerangka

Menyusun daraf:
1. Menulis bebas
2. Memasukkan bahan yang relevan dengan pengalaman diri, pengalaman orang lain, latar belakang ilmu dan pengetahuan yang dimiliki.

3. Memasukkan data dan fakta
4. Mengembangkan gaya penulisan yang tepat sesuai pembaca sasaran

PENA TAJAM TERTULIS
Menyunting: Memastikan tidak ada kesalahan, memperbaiki tulisan dari aspek tata nahasa, ketelitian data dan fakta kesantunan. Tak boleh ada kesalahan elementer. Menerbitkan dengan menentukan publikasi tulisan pada media yang tepat serta pembaca yang tepat. Bapak ibu dapat memilih media daring atau media cetak. Diluar teknis menulis yang disampaikan di atas, faktor nonteknis seperti disiplin menulis, tak pantang menyerah mengirim tulisan ke media meski sering ditolak dan tak dimuat, juga tak berhenti belajar meningkatkan keterampilan menulis. Jauh sebelum tulisan saya dimuat di rubric opini dan Hikmah Republika, sejak tahun 207 saya konsisten menulis di Republika Online. Nah ini jadi faktor nonteknis, punya jalinan silaturahim dengan para redaktur di media masa. Kita mendapatkan informasi dan masukan dari para redaktur agar kualitas tulisan lebih baik dan potensial di muat di media cetak.

Menulis dengan pangilan hati dan tuangkanlah kedalam jiwa, dengan niat yang baik mudah-mudahan bias menjadi sebuah tulisan yang bermanfaat untuk orang banyak dan berguna untuk anak didik. Demikian rangkuman materihari ini, mudahan-mudahan dengan adanya tulisan ini dapat bermanfaat untuk kita semua dan bias jadi referensi.



Penulis, Donieks Smaradhana, Palangka Raya(Kalteng) 14 Mei 2020   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELANJAAN IBU-IBU SEHARI HARI DI PASAR PALANGKARAYA 19 MEI 2020

Leptop Hitamku