MENGASAH PENA GURU BERSAMA OMJAY HARI KE 6



MERANCANG POLA PEMBELAJARAN EFEKTIF DARI RUMAH
Oleh : Omjay  18 Mei 2020


CERMIN BERBAGI CERITA
Sehubungan dengan berhalangan pak Munif
Chotib, karena harus berangkat ke Surabaya, maka materi beliau omjay gantikan, semoga masih bias diterima oleh kawan-kawan semuanya. Assalamualaikum Warahmatulahi wabarakatuh Selamat siang guru-guru hebat Indonesia. Siang ini omjay akan berbagi pengalaman dalam menciptakan pola pembelajaran yang efektif dari rumah. Prinsip yang harus diperhatikan dalam menciptakan pola pembelajaranharus menyenagkan semua. Siswa senang, orang tua senang dan gurunya juga senang. Akses internet lancer, dan guru bias menggunakan berbagai aplikasiyang sesuai dengan koondisi siswa dirumah.

Prinsip yang harus diperhatikan dalam menciptakan pola pembelajaran dari rumah adalah kegiatan pembelajaran harus menyenagkan semua. Siswa senang orang tua senag dan gurunya juga senang. Akses internet lancar, dan guru bias menggunakan berbagai aplikasi yang sesuai dengan kndisi siswa dirumah. Gunakan teknologi yang ada untuk menciptakan pola pembelajaran yang efektif dari rumah. Bila adanya hanya Wa Grup, gunakan Wa Grup tersebut dengan memadukan antara teks, foto dan video. Saya menyarankan bapak ibu untuk melejitkan keterampilan menulis iswa lewat blog di internet. Sebab siswa dapat belajar menulis secara online melalui blognya masing-masing.

Siswa dibiasakan untuk menulis apa yang ingin disampaikannya, dengan begitu bukan hanya lisan saja yang terlatih, tetapi juga tulisan. Kesimpulan materi hari ini adalah dalam menciptakan pembelajaran efektif dari rumah, guru harus mempunyai peta kelas atau kondisi siswa di rumah dan disesuaikan dengan kondisi guru di rumah. Artinya, komnikasi guru dan siswa dari rumah masing-masing harus membuat mereka saling berinteraksi dan berdiskusi sehingga pembelajaran menjadi menyenagkan dan bermakna. Semua itu bias dilakukan bila kegiatan Pembelajaran jarak jauh dibuat secara terjadwal. Kegiatan harus membuat siswa menjadi mandiri dan menemukan kemerdekaan belajar.

PENA TAJAM BICARA
Semoga materi yang omjay sampaikan siang ini bermanfaat buat kawan-kawan semua. Bila ada yang ingin ditanyakan, kita bisa diskusikan melaui Wa Grup ini, nanti kawan-kawan bisa bertanya kepada pak Bambang Purwanto sebagai moderator sesuai dengan no WA yang dibagikan di atas, terimakasih, Teriama kasih , Omjay. Nah selanjutnya satunjam ke depan kita Tanya jawab.

Assalamualaikum izin bertanya tentang pembelajaran yang efektif dari rumah, Jadwal belajarnya ditentukan oleh guru berdasarkan jadwal pelajaran seperti hari-hari biasa ataukah di rubah?.. Pembelajarannya lebih menekankan kepada pembelajarannya lebih menekankan kepada pembentukan karekter mandiri yang berefek pada keseharian siswa?, Lalu untuk pencapaian ranah kognitifnya dapat kita ukur dalam satu hari satu hari satu maple atau bagaimana untuk jenjang SD terimakasih atas jawabannya.



PENA TAJAM TERSENYUM
Walaikum salam, jadwal jelas harus berubah, tidak sama dengan tatap muka di sekolah, pembelajaran lebih kepada 3 hal yaitu literasi, numerasi, karakter dengan memadukan iptek dan imtak, untuk penelitian guru dapat melakukan penelitian berbasis proyek atau potofolio, disesuaikan dengan kondisi murid SD. Lanjut, Assalamualaikum Omjay,
Saya Candra dari MTsN1 Langkat Sumatera Utara,
Menurut Om, mungkin tidak bila system pembelajaran daring nantinya bila frasa siswa atau guru lebih nyaman, akan memberikan efek pada pembelajaran konvensional yang lazim kita laksanakan sebelum wabah Corona terjadi? Kalau memang ada efek tidak baiknya, apa kira-kira langkah yang bisa kita lakukan Om?, Trimakasih. Silahkan Omjay.

Waalaikum salam Candra,
Mungkin nanti akan terjadi pembelajaran blended learning, ada tatap muka di dunia maya, oleh karena itu guru harus belajar sepanjang hayat supaya tidak tergantikanoleh teknologi modern, lanjut. Untuk keberhasilan. Untuk keberhasilan pembelajaran daring yang efektif kepada siswa yang terkendala tidak memiliki HP atau jaringan yang lemot, bagaimana solusinya?, Silahkan Omjay.
Solusinya gunakan teknologi yang ada, kalau yang ada kertas atau buku, maka gunakan itu, sebab mau tidak mau, suka atau tidak suka, siswa dan guru akandipaksa menggunakan teknolgi baru untuk meningkatkan SDM unggul. Lanjut

Assalamu’a;aikum wr.wb
Om Jay, selama BDR ini, seklah kami melaksanakan pembelajaran melalui grup Wa. Di akhir pertemuan, guru memberi tugas sebagai instrument penilaian. Namun saying, ternyata yang mengumpulkantugas hanya maksimal 75٪ siswa saja. Bagaimanakah cara yang bisa kita tempuh agar agar siswa juga aktif mengumpulkan tugas tersebut?

Trimakasih Wiji-Malang
Silahkan Omjay, Waalaikum salam, jangan dipaksa, biarkan mereka mengerjakan tugasnya dengan sukarela. Kita cukup mengingatkan saja bila ada murid atau siswa yang belum mengumpulkan tugasnya, ortu harus diberitahukan karena kerjasama guru dan orangtua sangat penting dalam pembelajaran yang efektif dari rumah, Lanjut.

Asalamualaikum Safitri-Purbalinga
Izinkan bertanya….
1. Bagaimana cara mengatasi pembelajaran apabila anak-anak memiliki minim sarana daring? 2. Untuk anak TK pembelajaran yang dinilai adalah proses bukan tergantung hasil. Sementara kadang anak tidak mau mengirimkan tugas
misalnya, merekam hafalannya, bercerita dan mengerjakan tugasnya. Hal itu juga kami alami, jadi tetap sabar menunggu mereka menyelesaikan tugasnya bukan sebagai beban tapi sebagai kebutuhan siswa untuk mendapatkan Tetap komonikasi dengan orang tua siswa. Bagaimana menilainya untuk ditulis di Rapot?, Trimakasih, lanjut.

Assalamualaikum Saya Wahyu Susilowati dari Sidoarjo
Mengajukan pertanyaan:
1. Bagaimana penilaian siswa yang tidak aktif dikarenakan beberapa kendala dalam pembelajaran daring untuk saat ini walaupun sudah terjadwal?, Dicatat, kemudian diberikan surat teguran dari sekolah, kemudian dicaritahu apa masalahnya. Sebab bisa jadi ada masalah serius di keluarga siswa, sepertiortunyakena phk, atau sakit, dll.

2. Penilaian yang tepat untuk pembelajaran daring seperti ini yang cocok itu seperti apa? Mengingat pak menteri pernah mengatakan jika pembelajaran daring ini tidak boleh dimasukkan dalam penambahan penilaian pada erapor. Kalau masalah cocok itu relatife karena kondisinya tidak sama di setiap daerah.

Guru dapat melakukan inovasi sendiri sesuai dengan pencapaian siswa anda bisa membaca artikel yang saya bagikan diatas, https://www.kompasiana.com/isardasukitasim/5ead48f5d541df3a7323d8e5/menciptakan-belajar-efektif-dari-rumah?page=4, Lanjut. Assalamu’alaikum, om jay


Saya Sumarjiyati dari Gunung Kidul
Dalam menciptakan pola belajar yang efektif dari rumah itu. Kita sudah membuat jadwal dan berharap siswa juga bisa melaksanakan. Pembelajaran sesuai jadwal tersebut, tapi pada kenyataan yang kami alami di sekolah kami. Ada sebagian siswa yang kurang memperhatikan sehingga proses pembelajaransesuai jadwal yang disampaikan, bagaimana sikap kita untuk hal tersebut om… Mengingat siswa belum bisa mengikuti pembelajaran sesuai jadwal secara, kosisten, banyak dari para wali siswa mengeluhkan untuk pembelajaran dari rumah ini siswa tidak menurut kata orangtua sehingga tugas-tugas yang diberikan tidak dapat terselesaikan dengan cepat, akhirnya pembelajaranini di rasakan tidak efektif. Bagaimana tindakan kita sebagai guru mengingat peserta didik kami masih pada kelas dasar (SD). Trimaksih, Silahkan Om Jay.

PENA TAJAM MENJAWAB
Guru harus melakukan evaluasi dan refleksi diri, mungkin ada yang kurang tepat disampaikan kepada murid. Kolaborasi guru sangat penting dalam memecahkan masalah ini, oleh karena itu komonikasi dengan teman sejawat sangat diperlukan dalam menciptakan pola pembelajaranyang efektif dari rumah. Pembelajaran jarak jauh harus membuat murid dekat dengan gurunya, bukan justru menjauhkan murid dengan guru. Perlu ada komonikasi dengan orang tua murid yang terus menerus.

Assalamualaikum Terimakasih, bimbingannya Om jay,   Saya Suminar dari Tanggerang
Izinkan bertanya, apakah ada kendala yang dialami dalam PJJselain jaringan internet, dan mohon arahnya dalam mengatasinya?, Pastinya ada bukan hanya fasilitas yang dimiliki siswa dan guru dirumah. Kalau akses internet tidak ada guna teknologi yang ada di sana, misalkan Cuma ada sms, belum ada wa siswa punya hp tapi tanpa kamera, maka telpon langsung adalah solusinya walaupun guru harus keluar biaya pulsa cukup besar. Jadi setiap guru akan mengalami hal yang beragam inilah dinamikanya dan jangan lupa pengalaman kita ditulis diblg sehingga dapat menginspirasi guru yang lain. Trimakasih, Silahkan Om.

Assalamualaikum, Rusmini, Kab. Barito Kuala Kalsel
Keluhan siswa tidak konsisten guru menggunakan aplikasi, sehingga selain harus belajar lagi cara menggunakan aplikasi juga terlalu banyak kapasitas penyimpanan data yang terpakai, Berdasarkan pengalaman aplikasi yang paling cocok , mudah dan efektif yang mana?, di jawab Omjaya saat ini menggunakan aplikasi zoom dan anak-anak suka walaupun ada aplikasi yang lain, tapi berdasarkan pengalaman pakai zoom itu murah dan mudah cara pemakaiannya, lanjut..

Assalamualaikum, Said dari Makasar
Terimakasih penjelasan Omjay tentang pola belajar efektif dirumah, pertanyaa?...

1. Disekolah saya masih banyak siswa belum punya HP Android gunakanhp ada dulu, dan sederhana saja buat modul khusus untuk kondisi seperti ini dengan penugasan yang tak terlalu sulit.

2. Ada yang punya HP tapi alas an tidak mampu beli kuota. Kalau ini guru harus coba cari donator atau sponsor, peran komite sekolah harus diperdayakan sehingga guru terbantu dengan adanya komite sekolah.

3. Pembelajaran dirumah terjadwal bagaimana trik/solusi guru dalam menghadapi siswa seperti ini?, Lanjut

Selamat Sore OM Jay Saya Komang Eli Mahayani dari Negara (Bali)
Yang saya alami saat masa pandemic ini sesungguhnya dilematis. Dengan zonasi sekolah kami dengan siswa tinggal di daerah terpelosok dan kondisi ekonomi siswa kami, Ini kendala besar pembelajaran secara daring yang dilakukan, Adakah solusi menarik untuk tetap menciptakan belajar efektif dirumah dengan menyenangkan. Trimakasih, Kondisi seperti ini sebenarnya bukan hal baru buat Indonesia yang merupakan Negara kepulauan. Kreativitas dan Inovasi guru sangat diperlukan dalam memberikan solusi dari masalah yang dihadapi. Bila pembelajaran jarak jauh tidak bisa dilaksanakan, maka gunakan pembelajaran jarak dekat, guru bisa mengunjungi rumah muridnya bila alat komonikasi tidak ada, memang dibutuhkan pengorbanan luar biasa untuk menjadi guru tangguh berhenti cahaya . Apabila rumah dan rumah guru sangat jauh. Itu adalah resiko dari sebuah pengabdian, terutama buat guru di daerah 3T. Om Jay salut dan memberikan penghormatan dengan guru-guru tangguh seperti ini . Mereka selalu datang dengan solusi dari masalah yang dihadapi walaupun peran pemerintah di daerah sangat kurang. Tapi yakinlah dengan pesanpak harfan dalam filem lascar pelangi. Hiduplah dengan memberikan sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya. lanjut

Assalamualaikum OM Jay yang kami hormati Sri Yatun-Gunung Kidul
Izinkan kami BDR kami sebagian besar melalui Wa G, kendala BDR kami sinyal yang lemah dan guru belum punya laptop yang mendukung, bagaimana solusi BDR yang efektif dan beberapa prosentase pembagian materi pembelajaran antara imtaq dan iptek agar tujuan pembentukan karater peserta didik tercapai?, pakai wa juga efektif kok, buktinya omjay gunakan Wa Grup untuk belajar menulis dan murah biayanya, Trimakasih, Lanjut 

Siti Fatimah dari Mojokerto
Namun pembelajaran online ada minusnya, Terutama pada penggunaan kuota internet. Dengan polaon off bisa membantu pelaksanaan belajar. Yang saya tanyakan adakah pola yang lain yang lebih hemat di era pandemik ini bapak?. Mengingat ekonomi rakyat sedang terpuruk, silahkan Omjay. Ada gunakan Wa grup atau line Grup, saya sering menggunakan dengan bentuk teks, karena bentuk teks ini, tidak makan kuota banyak. Lanjut Fitriani dari MAN IC Tanah Laut)

PENA TAJAM MERANCANG
Apakah dengan penjawalan belajar siswa yang sudah dirancang sedemikian rupa oleh guru dan bekerja sama dengan orang tua ini menunjukkan setiap siswa memiliki jadwal yang berbeda-beda. Apakah maknanya sudah mengorganisir semua mapel yang ada pada kurikulum? Dan apakah penjadwalan ini bisa memfasilitasi setiap siswa yang memiliki kemampuan belajar yang berbeda misalnya ada siswa yang lebih condong ke tipe pembelajaran visual, kinestetik, naturalis dll, Trimakasih, Sialahkan Omjay. Setiap penjadwalan disesuaikan dengan kesepakatan guru di seklah tersebut dengan memperhatikan gaya belajar siswa, lanjut.

Saya Rachmi dari banyuwangi
Omjay saya mau Tanya tentang pembelajaran daring dari rumah dikaitkan dengan kenaikan kelas apakah cukup dari nilai daring atau bagaimana karena tatap muka juga tidak pernah,..mohon pencerahannya, silahkan omjay, saya jawab, penilaian hanya guru yang bersangkutan yang lebih tahu kalau dirasa dengan online sudah cukup nilainya, maka gunakan itu, tapi bila belum cukup bisa gunakan waktu remedial melalui online, hal itu ssaya lakukan bila ada nilai siswa yang kurang dengan menghubungi wali kelas, dan orangtua siswa biasana kami rapatkan dengan dewan guru untuk memberikan solusi terbaik buat siswa yang jarang hadir.

Semoga sudah cukup pertanyaannya, waktu sudah 15.03 saya mengucapkan terimakasih untuk omjay yang luar biasa di siang hari ini. Bagi pertanyaan yang tidak bisa terjawab langsung saya japri, Mohon maaf apabila ada kekurangan. Terimakasih, Wasalamualaikum w.w., Salam Hormat, MrBamS.

Penulis, Donieks Smaradhana, Palangka Raya(Kalteng) 19 Mei 2020
Email, doniekssmaradhana@gmail.com  dan blog https://doniekssmaradhana.blogspot.com.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BELANJAAN IBU-IBU SEHARI HARI DI PASAR PALANGKARAYA 19 MEI 2020

MENGASAH PENA GURU BERSAMA OMJAY HARI KE 4

Leptop Hitamku